AMH
AMH
Ringkasan Singkat
Singkatan dari hormon anti-Müllerian, sebuah glikoprotein yang berperan penting dalam diferensiasi seksual janin dan fungsi ovarium pada orang dewasa.
AMH atau anti-Müllerian hormone adalah hormon yang memiliki peran krusial dalam perkembangan organ reproduksi selama masa janin. Pada janin laki-laki, AMH disekresikan oleh sel Sertoli di testis untuk mencegah perkembangan saluran Müllerian menjadi rahim dan saluran tuba. Tanpa adanya AMH yang cukup, individu dengan kromosom XY dapat lahir dengan organ internal wanita, sebuah kondisi yang relevan dalam studi psikologi perkembangan seksualitas dan endokrinologi.
Pada wanita dewasa, AMH diproduksi oleh sel-sel di ovarium dan sering digunakan sebagai biomarker untuk mengukur cadangan ovarium atau potensi kesuburan. Dalam psikologi kesehatan, tingkat AMH yang rendah dapat dikaitkan dengan kecemasan terkait kesuburan dan keputusan reproduksi. Pemantauan hormon ini memberikan wawasan penting tentang kesehatan reproduksi jangka panjang dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis wanita.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Josso, N., et al. (2001). Anti-Müllerian Hormone: The Jolly Joker of Family Receptors.
- Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.